cool hit counter

Majelis Lingkungan Hidup - Persyarikatan Muhammadiyah

Majelis Lingkungan Hidup
.: Home > Artikel > Majelis

Homepage

PENGEMBANGAN PROGRAM KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR) DI MUHAMMADIYAH (Sumber: Petunjuk Pelaksanaan Pembangunan KBR, Dirjen BPDAS dan Perhutanan Sosial Kemenhut RI)

.: Home > Artikel > Majelis
03 Juli 2012 13:08 WIB
Dibaca: 8353
Penulis : admin

 

 

  1. Pendahuluan

PP Muhammadiyah di tahun 2011 telah melakukan penandatangan nota kerjasama dengan Kementerian Kehutanan R.I. Nota kerjasama yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, dan Menteri Kehutanan RI, Drs. Zulkifli Hasan, MM, berisikan semangat kedua belah pihak untuk meningkatan proses partisipasi dalam pengelolaan lingkungan denga basis pengelolaan sumber daya kehutanan, baik secara personal warga Muhammadiyah maupun secara institusional, terutama di tingkat Daerah, Cabang, dan Ranting.

Di antara program yang dikembangkan oleh adalah Kebun Bibit Rakyat (KBR). Pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kehutanan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010, guna menyiapkan bibit berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk mendukung program penanaman di areal lahan sasaran Rehabilitasi Hutan dan Lahan di seluruh Indonesia. Bagi Muhammadiyah, program ini berfungsi sebagai alternatif pemberdayaan warga dalam pelaksanaan dakwha bil hal, sekaligus sebagai upaya untuk penguatan kapasitas pimpinan Muhammadiyah di tingkat grass root, termasuk di dalamnya penguatan struktur kepemimpinannya.

Kebun Bibit Rakyat merupakan persemaian sementara yang lokasinya dekat dengan areal yang akan ditanami; berukuran kecil dan sederhana; dikelola pada saat produksi bibit. Pelaksana kegiatan ini adalah kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani atau koperasi. Keberadaan kelompok ini dapat diinisiasi dan dibentuk oleh Pimpinan Persyarikatan sebagai bagian amal usaha. Kelompok yang sudah dibentuk ini selanjutnya mengajukan proposal pengembangan Kebun Bibit Rakyat (KBR) kepada Kementerian Kehutanan RI, dalam hal ini Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) di wilayah terdekat.

 

  1. Langkah Awal Pembangunan KBR
  2. Menyusun Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) secara partisipatif. Adapun isi RUKK adalah sebagai berikut:
  3. Latar Belakang. Berisikan alasan kenapa pembangunan Kebun Bibit Rakyat ini perlu dilakukan.
  4. Maksud dan Tujuan. Berisikan maksud dan tujuan dari program pembangunan Kebun Bibit Rakyat yang akan dilakukan.
  5. Sasaran. Berisikan kelompok sasaran yang akan mendapatkan dampak atau diajak dalam kegiatan KBR
  6. Tenaga Kerja dan Kebutuhan Bahan
  7. Tata Waktu
  8. Rencana Pemanfaatan
  9. Struktur Organisasi Kelompok. Struktur ini tidak sama dengan Pimpinan Persyarikatan, tetapi struktur terpisah di mana Pimpinan Persyarikatan dijadikan Penasehat.
  10. Legalitas Penyusunan dan Pengesahan

Catatan: Proses penyusunan RUKK dapat meminta bantuan kepada Petugas Lapangan (PL) KBR yang ada di BPDAS atau Dinas Kehutanan terdekat.

 

  1. Menyiapkan Lahan untuk Persemaian

Pilihlah lokasi persemaian yang:

  1. Tanahnya cukup landai dan rata, agar sistem pembuangan kelebihan air (drainase) lancar
  2. Lahannya terlindungi dari angin kencang, ada naungan
  3. Dekat sumber air yang permanen sepanjang Tahun
  4. Dekat jalan agar bibit mudah diangkut

 

  1. Menyiapkan Benih untuk Bibit
  2. Benih untuk membuat bibit dapat berasal dari biji (generatif) maupun stek, cangkok, atau okulasi (vegetatif)
  3. Benih kayu-kayuan sebaiknya berasal dari sumber benih bersertifikat; hubungi Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) dan/atau Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota
  4. Jenis dan Jumlah Bibit
  5. 1 (satu) unit KBR sekurang-kurangnya memproduksi 50.000 batang bibit kayu-kayuan dan/atau tanaman serbaguna
  6. Pilih jenis tanaman yang sesuai lahan dan iklimnya serta diminati masyarakat setempat

 

  1. Membuat Sarana dan Prasarana
  2. Membuat Papan nama KBR dan tanda Pengenal Bedengan. Papan nama KBR terdiri dari Nama kegiatan, Nama pengelola, Dusun/desa, Kec/Kab, Koordinat, luas persemaian, jenis bibit, jumlah bibit, jumlah biaya, dan sumber dana. Sedangkan untuk tanda pengenal Bedengan terdiri dari; No. Bedengan, Jenis Bibit, Asal benih, tanggal sapih, dan jumlah bibit.
  3. Bedengan (tempat menyemai/menabur dan menyapih bibit) terdiri dari; Bedeng Tabur/Bak Tabur (untuk menyemai benih) dan Bedeng Sapih (untuk menyapih benih)
  4. Naungan. Naungan dibuat dari daun rumbia atau daun kelapa, atau bisa juga dibuat dari paranet atau sharlon net. Untuk bibit jenis tertentu, jika perlu, dapat dibuat sungkup.
  5. Jalan inspeksi (jalan pemeriksaan). Jalan inspeksi dibuat di antara bedengan-bedengan. Ukurannya menyesuaikan, sekadar untuk memudahkan pengelola melakukan kegiatan menanam, menyiram, mengangkut bibit, dan sebagainya.
  6. Sarana Penyiraman. Sarana penyiraman dapat berupa pompa air, bak penampung air, selang air, gembor, ember, gayung, dan sebagainya.

 

  1. Membuat Bibit
  2. Menabur Benih
  3. Media steril setebal 6 – 10 cm terbuat dari campuran tanah dan pasir, dengan perbandingan 1:1
  4. Benih ditabur langsung pada bedengan tanah atau ditabur pada wadah dari kotak kayu, kotak plastik, atau belahan bambu
  5. Setelah benih ditabur, tutuplah dengan pasir halus setebal + 1 cm, siram media dengan air secukupnya
  6. Tempatkan bedeng tabur di bawah naungan, atau di tempat teduh
  7. Untuk mempercepat benih berkecambah, lakukan penanganan khusus terhadap benih sebelum ditabur, sesuai jenis benih (misalnya, benih kemiri sebelumnya perlu direndam 18 jam dan dijemur 6 jam)
  8. Stek, cangkok, okulasi, benih besar dapat langsung dimasukkan/disemaikan dalam polybag/kantong/wadah lainnya
  9. Menyapih (memindahkan) ke wadah
  10. Sapih kecambah benih saat pasangan daun pertama atau kedua sudah terbuka penuh
  11. Wadah yang digunakan bisa berupa polybag/kantong/wadah
  12. Media campuran yang baik adalah tanah hutan (humus), top soil kebun, sekam kacang, serbuk sabut kelapa, sekam padi, dan kompos
  13. Perbandingan campuran tanah hutan (humus) dengan serbuk sabut kelapa atau sekam padi adalah 2:1

 

  1. Memelihara Bibit
  2. Menyirami Bibit. Sirami bibit menggunakan gembor, lakukan 2 kali setiap hari pada pagi dan sore
  3. Menyiangi gulma (tumbuhan pengganggu), bersihkan polybag/kantong/wadah dari gulma
  4. Memupuk (jika perlu). Pupuk yang digunakan biasanya adalah pupuk organik (kandang, kompos) atau pupuk TSP/TS atau NPK
  5. Memberantas Hama dan Penyakit
  6. Cara mengatasi penyakit akibat cendawan; sterilkan tanah yang akan ditaburi benih; atau berikan alumunium sulfat segera setelah benih ditabur (dosis: 7 – 28 gram, dilarutkan dalam 0,5 liter air untuk tiap 0,1 meter persegi). Bisa juga dengan cara memberikan asam sulfat 10 % setelah penaburan benih
  7. Cara memberantas hama: gunakan insektisida untuk membunuh serangga; nematosida untuk membunuh cacing; rodentisida untuk membunuh binatang pengerat
  8. Cara mencegah hama; tempatkan bibit di lokasi yang aman. Usahakan media tanam, air, dan benih telah menjadi steril. Buang bakal/calon bibit yang terserang
  9. Memotong Akar. Potong pucuk akar yang keluar dari pot/wadah sebelum bibit ditanam di lokasi penanaman
  10. Menyulam. Ganti bakal bibit yang rusak, layu, atau mati demi menghasilkan hanya bibit-bibit yang baik dan sehat untuk program penanaman
  11. Menyortir. Pilih dan kelompokkan bibit yang sehat dan seragam pertumbuhannya

 

  1. Bibit Siap Tanam

Umumnya, ciri-ciri bibit siap tanam adalah;

  • Tinggi memadai sesuai dengan jenisnya
  • Pangkal batang sudah berkayu
  • Kondisi sehat dan normal pertumbuhannya

Mengangkut bibit ke lokasi, angkut bibit beserta polybag/kantong/wadahnya ke lokasi penanaman.

 

  1. Contoh Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) KBR

 

 

 

 

 

 

 

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN PROGRAM

KEBUN BIBIT RAKYAT

 

 

 

 

           
   
     
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


KELOMPOK TANI: …………………………………………

DUSUN                      : …………………………………………

DESA                          : …………………………………………

KECAMATAN         : …………………………………………

KABUPATEN           : …………………………………………

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

 

KELOMPOK TANI”…………………………………………….”

PADUKUHAN…………………………………………………..

KECAMATAN……………………………………………………

KABUPATEN…………………………………………………….


Nomor         :…/…./…/2012

Lamp.         : 1 Bendel

Hal              : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat

 

 

Kepada Yth.

Kepala Balai Pengelolaan DAS OPS

D.I. Yogyakarta

di Yogyakarta

 

 

Dengan hormat,

Bersama ini kami kelompok tani……………………….Desa………………….Kec………………Kab………………..

,Berdasarkan Musyawarah Kelompok Tani dengan ini kami mengusulkan kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR), adapun Kelompok Pengelola adalah:

Nama Kelompok             :……………………………………….

Alamat Lengkap             : ………………………………………

Jumlah Anggota            : ………………………………… orang

Lokasi Persemaian         : Dusun……….Desa………….Kec………..Kab…………

Luas                               : ……………………..Ha

No.

Nama Blok / Dusun

Luas (ha)

Desa / Kecamatan

Jarak (KM)

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

Adapun calon lokasi KBR dan calon Penanaman terlampir

Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

 

Mengetahui,

Penyuluh Kehutanan                        Kepada Desa…..                       Ketua Kelompok

 

 

___________________                           __________________                   _______________

Ket: Nama dan NIP: Penyuluh Pendamping di desa anda.

 

 

RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK

Kegiatan Pembangunan KBR Tahun 2012

 

Kelompok Tani “………………………..”

Desa ………………… Kec……………………… Kab……………………… Provinsi………………………..

 

  1. Latar Belakang

Kegiatan penanaman merupakan upaya untuk memperbaiki kondisi lahan yang termasuk dalam lahan kritis untuk memulihkan lahan sehingga lebih produktif yang selanjutnya diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Keinginan masyarakat untuk melakukan penanaman pada saat ini terkendala oleh keterbatasan ketersediaan bibit baik dari segi jumlah dan kualitasnya serta tersedia dalam waktu yang tepat.

Kebun Bibit Rakyat merupakan program kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

  1. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penyusunan RUKK idi adalah sebagai acuan pelaksanaan kegiatan pembangunan KBR yang selanjutnya diharapkan dapat melaksanakan pembuatan bibit dengan hasil yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dalam waktu yang tepat.

  1. Sasaran
  2. Nama Kelompok        : …………………………….
  3. Dusun/Blok              : …………………………….
  4. Desa                          :…………………………….
  5. Kecamatan                : …………………………….
  6. Kabupaten                : …………………………….
  7. Provinsi                     : …………………………….
  8. Target                        : 50.000 Batang/Pohon
  9. Jenis Tanaman         :
  10. Jati                  : 25.000 Batang
  11. Sengon             : 25.000 Batang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tenaga Kerja dan Kebutuhan Bahan

No

Tenaga Kerja/Bahan

Kebutuhan Biaya

Lain-Lain

Uraian Kegiatan

Volume

Satuan

Harga Satuan

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

A

Tenaga Kerja

 

 

 

 

 

1

Persiapan

15

Hok

30.000

450.000

 

2

Pembuatan Bedang Tabur & Benih

30

Hok

30.000

900.000

 

3

Pengisian Polybag

180

Hok

30.000

5.400.000

 

4

Penataan Polybag

35

Hok

30.000

1.050.000

 

5

Penaburan Benih

12

Hok

30.000

360.000

 

6

Penyapihan Bibit muda/overspin

180

Hok

30.000

5.400.000

 

7

Penyiraman

225

Hok

30.000

6.750.000

 

8

Penyiangan

50

Hok

30.000

1.500.000

 

9

Pemberantasan hama & Penyakit serta penyulaman bibit

40

Hok

30.000

1.200.000

 

10

Pergeseran & Penyiapan bibit

35

Hok

30.000

1.050.000

 

11

Pembuatan papan nama

5

Hok

30.000

150.000

 

 

JUMLAH  A

807

 

 

24.210.000

 

B

Bahan-Bahan

 

 

 

 

 

1

Bahan/Benih tanaman kayu-kayuan

 

 

 

 

 

 

  1. Jati

60

Kg

125.000

7.500.000

 

 

  1. Sengon

3

Kg

225.000

675.000

 

2

Polybag/Kantong plastik

60.000

Bh

80

4.800.000

 

3

Tanah

35

m3

50.000

1.750.000

 

4

Pupuk organik

1,750

Kg

1.000

1.750.000

 

5

Pasir (Median perkecambahan)

5

m3

80.000

400.000

 

6

Sekam

3

m3

20.000

60.000

 

7

Bambu

70

Btg

15.000

1.050.000

 

8

Ember

6

Bh

10.000

60.000

 

9

Pelepah kelapa

60

Bh

10.000

600.000

 

10

Drum

6

Bh

120.000

720.000

 

11

Selang

1

Roll

220.000

220.000

 

12

Plastik/Sungkup

5

Roll

200.000

1.000.000

 

13

Gembor

4

Bh

30.000

120.000

 

14

Cangkul

5

Bh

100.000

500.000

 

15

Arit/Parang

5

Bh

30.000

150.000

 

16

Nematisida

4

Kg

12.500

50.000

 

17

Fungisida

2

Kg

120.000

240.000

 

18

Pestisida/Insektisida

25

Ltr

16.000

400.000

 

19

Papa nama kegiatan

1

Unit

200.000

200.000

 

20

Papan nama bedengan

50

Unit

5.000

250.000

 

 

JUMLAH  B

 

 

 

22.495.000

 

C

Pertemuan kelompok dan pengawas

 

 

 

 

 

1

Pertemuan kelompok

6

Kali

200.000

1.200.000

 

2

Mandor/Pengawas

6

OB

200.000

1.200.000

 

3

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

 

JUMLAH  C

 

 

 

2.400.000

 

D

Sekretariat

 

 

 

 

 

1

ATK & Foto Copy

1

Ls

350.000

350.000

 

2

Dokumentasi

1

Ls

250.000

250.000

 

3

Pelaporan

1

Ls

295.000

295.000

 

 

JUMLAH  D

 

 

 

895.000

 

 

JUMLAH A+B+C+D

 

 

 

50.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Tata Waktu

No

Uraian Kegiatan

Bulan

I

II

III

IV

V

Agustus

September

Oktober

November

Desember

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

Pengadaan Bahan-Bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Persiapan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembersihan Lahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pembuatan Bedeng tabur/sapih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pengisian Polybag

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penataan Polybag

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penaburan Benih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Pelaksanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyapihan bibit muda/over spin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Pemeliharaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penyiraman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penyulaman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Penyiangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pemberantasan hama & penyakit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pergeseran & Penyiapan Bibit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

Bibit siap tanam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6

Pelaporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PEMANFAATAN

No

CALON LOKASI/PENANAMAN

JUMLAH

LOKASI

LUAS (Ha)

1

…………….

30

6.000

2

……………

30

6.000

3

…………..

40

6.000

4

…………..

50

6.000

5

………….

40

6.000

6

…………

30

6.000

7

…………

30

6.000

JUMLAH

250 Ha

50.000 Batang

 

                                                          …………………………., …………………………. 2012

 

Menyetujui:                                                                              Kelompok Pengelola KBR

PPK Kegiatan Pembuatan KBR

Dinas Kehutanan dan Perkebunan

Kabupaten …………………………………

(Dinas yang menangani bidang kehutanan)                      (………………………………………………..)

 

 

 

 

(                nama                              )

NIP. ……………………………………….

 

 

Mengetahui

Kepala Desa …………………………………….

 

 

 

(………………………………………………)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                         

STRUKTUR ORGANISASI

KELOMPOK TANI “…………………………………….”

KEGIATAN KEBUN BIBIT RAKYAT

DUSUN……………DESA………….KECAMATAN ………… KAB ……………

TAHUN 2012

 

 

Pelindung         : ……………………………………(Dukuh)

Ketua                : 1. ……………………………………………

                           2. …………………………………………..

Sekretaris          : ……………………………………………….

Bendahara        : 1. …………………………………………..

                           2. …………………………………………..

 

  1. Tim Perencana        : 1. ………………………………………

            2. ………………………………………

            3. ………………………………………

  1. Tim Pelaksana        : 1. ………………………………………

            2. ………………………………………

            3. ………………………………………

  1. Tim Pengawas        : 1. ………………………………………

            2. ………………………………………

            3. ………………………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                    

 

DAFTAR ANGGOTA DAN LUAS LAHAN

KELOMPOK TANI “………………………………………………………….”

DUSUN…………………… DESA ……………… KECAMATAN …………………………. KABUPATEN ……………………..

 

NO

NAMA

ALAMAT

LUAS (Ha)

KETERANGAN

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

5

 

 

 

 

6

 

 

 

 

7

 

 

 

 

8

 

 

 

 

9

 

 

 

 

10

 

 

 

 

11

 

 

 

 

12

 

 

 

 

13

 

 

 

 

14

 

 

 

 

16

 

 

 

 

17

 

 

 

 

18

 

 

 

 

19

 

 

 

 

20

 

 

 

 

21

 

 

 

 

22

 

 

 

 

23

 

 

 

 

24

 

 

 

 

25

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISKRIPSI CALON LOKASI KEBUN BIBIT RAKYAT (KBR)

KELOMPOK PENGELOLA “…………………………………………………………..”

 

Dusun                  : ………………………………………………………..

Desa                     : ………………………………………………………..

Kecamatan           : ………………………………………………………..

Kabupaten            : ………………………………………………………..

Provinsi                : ………………………………………………………..

Luas KBR             : …………… Ha

DAS/Sub             : ……………………………………………….

 

                                                                                                                                                                                                                                U

 

 
 

 

 

 

p p nbsp;nbsp;nbsp;td style=


Tags: KBR , Lingkungan
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : panduan

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website